Lantas mau diapakan Otorita Asahan ke depan? Apakah langsung dibubarkan? Hingga saat ini belum ada
keputusan dari pihak pemerintah. Namun, anggota Komisi VI DPR Nasril
Bahar tidak setuju jika badan yang kini dipimpin Effendi Sirait itu
dibubarkan, dengan alasan terkait nasib karyawannya.
Nasril menyodorkan opsi, alangkah baiknya Otorita Asahan sebagai
sebuah lembaga tetap dipertahankan, namun perannya yang diubah. Yakni
dijadikan badan penghubung Pemprov Sumut dan 10 kabupaten/kota di
sekitar Danau Toba dalam keikutsertaannya mengelola Inalum.
”Jadi struktur Otorita Asahan diubah, mewakili Pemprov Sumut dan 10
kabupaten/kota. Orang-orangnya di struktur yang diganti, karyawannya
tetap,” ujar Nasril Bahar kepada koran ini di Jakarta, kemarin (15/12).
Disebutkan, Pemprov Sumut dan 10 kabupaten/kota memang perlu memiliki
wadah khusus dalam keikutsertaannya mengelola Inalum. “Karena tidak
mungkin misalnya 10 pemda itu sendiri-sendiri mengurusi Inalum,” ujar
politisi dari PAN itu.
”Jadi Otorita Asahan nantinya bisa menjadi penghubung pemda dengan Inalum,” imbuhnya lagi.
Dikatakan, opsi itu lebih sebagai cara untuk menyelamatkan para karyawan Otorita Asahan.
Dikatakan, opsi itu lebih sebagai cara untuk menyelamatkan para karyawan Otorita Asahan.
Karena bagaimana pun, lanjutnya, para karyawan Otorita Asahan sudah
sangat paham mengenai seluk-beluk Inalum. Jika Pemprov Sumut dan 10
kabupaten/kota tidak mau mengambil alih Otorita Asahan, saran Nasril,
karyawan Otorita Asahan bisa dialihkan statusnya menjadi karyawan
Inalum.
”Karena bisa juga pemda menggunakan BUMD sebagai pihak yang mewakili pemda dalam mengurusi Inalum. Tapi
saya lebih mendorong agar pemda memanfaatkan Otorita Asahan saja,”
pungkas Nasril yang duduk di komisi yang membidangi masalah industri
itu.
(sumber : metrosiantar)





