KISARAN- Akun Facebook (FB) Wakil Ketua MPR Hajriyanto Thohari dibobol
orang. Akun itu pun dijadikan arena penipuan oleh sang pembobol. Dan,
yang menghebohkan, pembobolnya bukan orang terkemuka yang ahli
teknologin
Dia ‘hanya’ tamatan SMP dan anak Kisaran pula!Adalah Hamdi Irawan Pulungan (29) anak putus sekolah warga Gang H Muktar Jalan HOS Cokroaminoto Kisaran, sang pembobol itu. Dia membobol akun Hajriyanto sejak November 2013 lalu. Menurut pengakuan Hamdi, pembobolan diawali dengan iseng. Dia memang sering buka-buka akun FB di salah satu warung internet (warnet) di Jalan DR Rivai Kisaran. Kemudian dirinya mencoba masuk melalui pencarian teman, di situ dia berhasil menemukan akun FB milik Drs Hajriyanto Y Thohari dan kemudian membobolnya setelah berhasil menemukan kata kunci yang pas. Setelah berhasil masuk, dia pun langsung mengganti kata kunci dan kemudian memanfaatkan hal itu untuk mencari keuntungan melalui teman-teman Thohari. ‘’Tidak punya niat lain, aku hanya minta kiriman pulsa, kemudian pulsa yang dikirim langsung aku jual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ‘’ ungkap Hamdi dengan nada polos, Rabu (24/12) lalu, sebelum diboyong personel Bareskrim dari Mabes Polri kepada Metro Asahan (grup Sumut Pos).
Menurut remaja yang tidak tamat STM jurusan otomotif ini, sedikitnya ada sekitar tujuh kali meminta kiriman pulsa dari teman-teman Thohari. ‘’Pastinya tidak ingat, kira-kira sekitar Rp2,5 juta ,’’ jelasnya.
“Tidak ada niat lain, apalagi sampai ke urusan politik. Soalnya aku
tidak tahu jika Thohari itu wakil Ketua MPR RI,” tambahnya sembari
membeberkan pulsa harga Rp100 ribu dijualnya dengan harga Rp70 ribu.
Ketika ditanya, apakah dirinya sadar yang dilakukan itu sudah
merugikan orang lain? Pulungan mengaku bersalah. ‘’Aku tidak punya uang,
jadi begitu dapat kesempatan, ya aku minta saja,’’ katanya sambil
tersenyum.
Kapolres Asahan AKBP Budi Suherman dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Hendra
Eko Triyulianto membenarkan,yang mengamankan tersangka Hamdi Irawan
Pulungan tim dari Polda Metro Jaya. ‘’Polres Asahan hanya mendampingi
dan tersangka diterbangkan ke Jakarta guna menjalani proses hukum ‘’
kata Hendra singkat.
Sebagai informasi Hamdi ditahan polisi pada 24 Desember 2013 lalu
sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu Hamdi sedang berada di warung mie dan
jagung bakar di depan gang rumah neneknya. Hamdi ditahan di Polres
Asahan kemudian diterbangkan ke Jakarta pada keesokan harinya, pada 25
Desember 2013 malam.
Nah, kemarin Hamdi masih diperiksa intensif penyidik di Polda Metro Jaya. Kasubdit Cyber Crime
Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Edy Suwandono saat dikonfirmasi
membenarkan adanya penangkapan tersangka. “Iya betul, kita tangkap yang
bersangkutan atas tindak pidana pembobolan akun Facebook milik Wakil
Ketua MPR, Pak Hajriyanto Thohari,” ujar Edy, Kamis (26/12).
Edy mengungkapkan, sebelumnya pihaknya mendapat laporan dari
Hajriyanto pada tanggal 12 Desember 2013 lalu. Dalam laporannya itu,
Hajriyanto melaporkan pembobolan terhadap akun Facebooknya yang
digunakan untuk hal-hal yang merugikan dirinya. “Kemudian laporan beliau
kita tindaklanjuti, lalu kita mengetahui keberadaan tersangka di
Asahan,” ungkapnya sembari menyatakan Hamdi dijerat dengan Undang-Undang
Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Sebelumnya, Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari, sempat mengumumkan
lewat akun twitternya @hadjriyanto soal tersebut. Dia memberitahu bahwa
akun facebook miliknya dibajak orang. Akun Facebook itu pun kini
meminta-minta pulsa.
“Slmt malam. Mohon maaf sahabat2 semua, FB saya dibajak orang
digunakan utk minta pulsa dan mungkin juga yg lain2. Mohon abaikan dan
hati2…” tulis politisi Golkar ini dalam akun twitternya @hadjriyanto,
Senin (2/12) lalu.
Pengumuman Hajriyanto itu pun banyak disamber dan dikomentari kolega
dan followernya. Banyak saran masuk disampaikan ke dia agar bisa
menghentikan aksi ala ‘mama minta pulsa’ yang marak via SMS. Saking
hebohnya, politikus PDIP Budiman Sudjatmiko ikut menyindir. “
Wkl Ketua MPR minta2 pulsa, tanda Krisis Konstitusi!” tulis @budimandjatmiko.
Wkl Ketua MPR minta2 pulsa, tanda Krisis Konstitusi!” tulis @budimandjatmiko.
Tak pelak, pembobolan ini membuat Hajriyanto kapok. “Saya kapok nggak
akan buat akun FB lagi. Dua kali dibajak,” kata politisi Golkar ini.
“Kapok!” tambahnya.
Begitu Hamdi tertangkap, Hajriyanto pun mengaku lega. “Saya bangga
kepolisian ternyata bergerak cepat dan sangat canggih sehingga dapat
mengendus pelakunya dan sekaligus menangkapnya dalam waktu yang singkat.
Selamat Polri,” kata Hajriyanto, kemarin.
Hajriyanto menuturkan, sebetulnya ia tak terlalu menghiraukan pihak
yang membobol akun facebooknya. Namun setelah ia mengetahui si pembobol
menggunakan akunnya itu untuk penipuan, Hajriyanto tak tinggal diam.
“Begitu di-hack saya biarkan saja. Tetapi begitu mulai ada beberapa
korban penipuan yang memberi tahu saya, saat itulah saya ambil keputusan
lapor polisi,” jelasnya.
Dia menambahkan melaporkan ke polisi karena tidak mau korban
pemerasan transfer pulsa yang adalah teman-teman dan kerabatnya makin
banyak. “Korbannya sudah sangat banyak, bahkan ada yang mencapai jutaan
rupiah. Karena itulah saya melaporkan ke polisi,” tegasnya.
Soal penipuan via facebook memang sudah marak dan seakan tak
berhenti. Siswa di Medan jadi korban penipuan. Kemarin, Juliana (16)
siswi kelas dua SMA mendatangi Mapolsek Medan Labuhan. Dengan didampingi
orangtuanya, korban melaporkan, Tama (21) pria kenalannya di facebook
yang telah merampok dan nyaris memperkosa korban di Kawasan Sungai
Bedera Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan.
Peristiwa dialami warga Jalan Rawe 3 Kelurahan Tangkahan Kecamatan
Medan Labuhan ini bermula dari perkenalan korban dengan Tama melalui
jejaring sosial. Pelaku, Tama lewat akun facebooknya Dianci Bawel
akhirnya berhasil meminta nomor handphone korban. Ujung-ujungnya, Tama
berhasil membawa blackberry, uang Rp70 ribu, kerabu dan cincin emas
milik korban.
Kanit reskrim Polsekta Medan Labuhan, Iptu Kusnadi saat dihubungi
mengatakan, pihaknya telah menerima laporan pengaduan dari korban, dan
saat ini polisi masih memburu pelaku. “Pelakunya dengan ciri-ciri
seperti disebut korban masih dalam proses pengejaran,” tandas Kusnadi.
(sumber : sumutpos)





